BONUS DEMOGRAFI : PELUANG DAN TANTANGAN BAGI PEMUDA

Indonesia saat ini akan menyambut gerbang emas di era Bonus Demografi (demographic dividend) dimana terjadi komposisi penduduk ideal dengan dominasi kelompok usia produktif. Menurut data BPS (2015) saat ini komposisi usia produktif telah mencapai 67,3% dari total populasi sebesar 255,45 juta jiwa, diprediksi akan naik menjadi 68,1% pada 2030. Momentum langka yang diprediksi akan terus berlangsung hingga 2035 ini berimplikasi untuk membuat rasio ketergantungan penduduk  akan mencapai angka terendahnya di tahun 2035 yakni sebesar 0,6%. Tentu hal ini menjadi peluang prospektif bagi Indonesia dalam mensukseskan cita—cita bangsa dan pembangunan nasional. Kelompok usia produktif atau generasi muda memiliki posisi sentral dan peran strategis dalam proses pembangunan bangsa. Besar harapan bahwa jumlah penduduk usia produktif akan mampu menjadi engine of development dan engine of growth.

Ada tiga isu penting yang perlu menjadi perhatian utama pemerintah maupun berbagai pihak terkait dalam merancang kebijakan guna mengoptimalkan momentum bonus demografi, antara lain: ketersediaan angkatan kerja, tabungan nasional, serta kualitas sumber daya manusia yang memadai. Ketiga hal ini tentunya membutuhkan penangangan dan kebijakan yang tepat. Adapun dari aspek subjek pemuda, keterlibatan kaum muda tentu menjadi sangat penting. Keterlibatan para pemuda tentunya harus berupa keterlibatan aktif yang menempatkan pemuda tidak hanya sekedar paham dan peduli pada isu bonus demografi, tetapi juga mampu beraksi nyata sebagai aktor utama guna mengoptimalkan daya saing entitasnya. Sebagai upaya untuk meningkatkan keterlibatan kaum muda maupun stakeholder terkait dalam merespon isu bonus demografi maka Institute of Governance and Public Affair (IGPA UGM) dan Youth Studies Center (YouSure) mengagas agenda bertajuk Demography Forum yang terdiri dari sub kegiatan Indonesian Debate Competition, Konferensi Internasional dan Riset Kolaboratif.

Indonesian Debate Competition yang memberikan ruang bagi siswa-siswi SMA/sederajat dengan  tujuan utama yaitu :

  1. Meningkatkan kesadaran pemuda tentang bonus demografi beserta tantangan dan peluangnya
  2. Mainstreaming isu bonus demografi kepada kaum muda dan menyadarkan tantangan ke depan
  3. Kampanye kepada kaum muda terhadap isu bonus demografi dan perlunya respon kaum muda dalam menghadapi tantangan bonus demografi.

KOMPETISI DEBAT

Indonesian Debate Competition (IDC) 2017 telah dilaksanakan pada tanggal 18-20 Mei 2017 dengan rangkaian acara kompetisi esai – debat, talkshow kepemudaan, photo contest, ekskursi, dan awarding night/cultural night. IDC 2017 sebagai ruang dialektika, berfikir kritis dan retorika menyampaikan gagasan diikuti oleh 102 tim esai  yang kemudian diseleksi menjadi 16 tim untuk masuk ke putaran debat. IDC 2017 diikuti oleh 102 tim dan 56 sekolah yang berasal dari 15 provinsi di Indonesia,  dari Sumatera sampai Papua. Rangkaian acara IDC 2017 ini secara resmi di buka oleh Dr. Erwan Agus Purwanto, M. Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL UGM) dan Muhammad Najib Azca, Ph.D (Ketua Demography Forum 2017). Bertempat di Hall Selasar Barat FISIPOL grandfinal debat ini menghasilkan Juara I SMA N 1 Jember, Juara II SMAN 3 Pontianak dan Juara III SMAN 3 Semarang serta Best Speaker dari SMAN 3 Pontianak.

TALKSHOW KEPEMUDAAN

Talkshow Kepemudaan dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2017 pukul 10.00 sampai dengan pukul 14.00. Selain ditantang untuk memberikan gagasan mengenai Bonus Demografi peserta debat juga diberikan kesempatan untuk berbagi dengan pemuda-pemuda inspiratif yang sudah sukses di  berbagai bidang melalui ruang Talkshow Kepemudaan. Talkshow ini juga dibuka untuk umum yang diikuti oleh lebih dari 150 peserta. Dalam talkshow ini, panitia IDC 2017 mengundang Dedy Permadi (Managing Director Center for Digital Society UGM), Nur Agis Aulia (Founder Jawara Farm Banten), Asri Meikawati (Owner Coklat nDalem), dan Yudan Hermawan (Inisiator Pokdarwis Wirawisata Goa Pindul) dengan moderator Latifah Nur Muslimah (Presenter NET TV Jogja).

EKSKURSI

Sebagai agenda penutup ekskursi menjadi kegiatan untuk mengenalkan aktivisme pemuda secara langsung seluruh peserta yang diajak untuk melakukan Learning Trip ke Desa Wisata Nglanggeran Gunungkidul (peraih The Best Tourism Village ASEAN 2016).

PHOTO CONTEST

Photo contest ini menjadi ajang pop yang juga memfasilitasi kreatifitas seni khususnya media fotografi untuk merespon isu bonus demografi. Para peserta photo contest mengunggah foto bertemakan  Bonus Demografi: Pemuda untuk Indonesia melalui akun instagram dengan menyertakan hashtag #GenerasiEmasBerdaya dan #PartofBondem. Photo contest ini dimenangkan oleh Annisa Nur Purnama Sari (Juara I), Pandhit Pringgo Harjo (Juara II), dan Sri Handayani Nasution.

AWARDING NIGHT

Awarding night menjadi acara puncak dari rangkaian acara Indonesian Debate Competition 2017. Awarding night diramaikan dengan pengisi acara dari  Forum Musik Fisipol, Tari Saman, Tari Jambi, dan dari beberapa peserta debat yang menampilan kesenian daerahnya. Bertemakan ‘Yogyakarta’, panitia IDC 2017 menyediakan angkringan untuk umum. Tak lupa photobooth disediakan pula untuk peserta yang hendak foto bersama. Penyerahan hadiah lomba debat dilaksanakan pada awarding night yang diserahkan oleh Dr. Erwan Agus Purwanto, M. Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL UGM), Dewi Cahyani Puspitasari, M.A (bendahara YouSure) dan Yuyun Purbokusumo, Ph.D (Ketua IGPA). Total Hadiah yang Rp. 10.000.000 dengan rincian sebagai berikut: Juara 1 (Rp. 4.000.000), Juara 2 (Rp. 3.000.000), Juara 3 (Rp. 2.000.000), dan Best Speaker  (Rp. 1.000.000).

MATUR NUWUN

Terimakasih kepada berbagai pihak yang sudah mendukung dan berkolaborasi dalam rangkaian acara Demography Forum : Indonesian Debate Competition yaitu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, BAPPEDA DIY, Disdikpora DIY, Visitama 17, Desa Wisata Nglanggeran Gunungkidul dan media partner PH Puspadanta Visual Ekspresi dan RRI Pro 2 Jogja.